Sabtu besok, (2/12) menjadi momentum akbar alumni 212 melakukan reuni akbar di Masjid Istiqlal. Dalam pertemuan akbar tersebut alumni 212 akan memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi Muhammad SAW, red).

“Kami harap peringatan Maulid Nabi besok bisa menggerakkan dan menginspirasi umat untuk belajar. Seperti wahyu pertama yang diperoleh Nabi Muhammad SAW dalam surat Iqro’,” ujar Ketua Komisi Majelis Dakwah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis kepada Indopos, Jumat (1/12).

Menurut Cholil, dalam beragama harus memiliki kecerdasan intelektual. Hal itu, untuk mendukung umat dalam melakukan komunikasi yang baik. “Jadi momentum Maulid Nabi nanti bisa memikirkan bagaimana ketertinggalan umat,” jelas Cholil.

Lebih jauh Cholil mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dapat mengambil hikmah bagaimana cara Nabi berdakwah. Yakni dengan santun, lemah-lembut, tidak dengan kekerasan atau menghentak orang dengan kasar. “Jangan membuat umat takut, atau orang lari menjauh dari kita,” ucapnya.

Dia menambahkan, umat bisa meniru cara Nabi dalam berdakwah dengan bijak dan tidak mengungkap kesalahan orang lain. Dan lebih mengutamakan kebaikan umat. “Dakwah itu tidak harus mengalahkan yang disalahkan,” ujar Cholil.

Terakhir, Cholil menginginkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh alumni 212 nanti bisa berjalan dengan hikmat, tidak menganggu ketertiban umum dan tidak memprovokasi. “Bangunlah dakwah dengan lemah lembut dan menarasikan hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik,” pungkasnya. (nas)

Penulis : Nasuha