SINAI – Teror bom dan penembakan di Masjid Al Rawda, Bir al Abed di Semenanjung Sinai sangat mengerikan dan biadab sekali. Saat Khatib menyampaikan Khutbah tentang Nabi bagi kemanusiaan.

Inilah kesaksian seorang imam muda yang selamat dari serangan teroris di Masjid Al Rawda, Bir al Abed di Semenanjung Sinai, Mesir bersumpah akan kembali ke lokasi kejadian dan menyelesaikan ceramahnya setelah dia pulih. Serangan yang terjadi di tengah pelaksanaan salat Jumat itu menewaskan lebih dari 300 orang, 27 di antaranya anak-anak.

Mohammed Abdel Fattah sedang menyampaikan khutbah Jumat di desa Bir al-Abed pekan lalu saat 30 orang bersenjata yang membawa bendera ISIS menyerbu masuk masjid meledakkan bom bunuh diri dan menembaki para jamaah. Abdel Fattah selamat dari pembantaian keji itu karena jatuh dari mimbar saat mendengar ledakan dan tertindih jasad para korban sehingga tak bisa bergerak.

Pria berusia 26 tahun itu telah berkhutbah di Masjid Al Rawda selama dua tahun. Dia sedang menyampaikan khutbah mengenai “Nabi Muhammad, Nabi bagi kemanusiaan” saat serangan teror tersebut terjadi.

“Saya baru dua menit menyampaikan khutbah saat mendengar dua ledakan di luar masjid, dan kemudian saya melihat para jamaah melarikan diri ketakutan. Kemudian orang-orang bersenjata memasuki masjid dan mulai menembaki siapa saja yang masih berdiri,” kata Abdel Fattah sebagaimana dilansir Independent, Selasa (28/11/2017).

“Saat penembakan dimulai saya terjatuh. Saya tidak melihat atau merasakan apapun kecuali dua atau tiga mayat berdarah yang jatuh di atas badan saya,” kenangnya.

Abdel Fattah saat ini sedang berada di sebuah rumah sakit di kota Al-Husayniya di Delta Sungai Nil, dan menghadapi tragedi yang menimpa komunitasnya. Dia berharap cepat pulih kesehatannya untuk kembali ke rumah pekan ini dan memberikan khutbah kembali pada Jum’at ini. (SFA)