Islam Nusantara Terus Dilirik Timur Tengah, Kiai Said Diundang Mesir dan Maroko

0
90

Di Indonesia ada yang menolak bahkan menghujat, gagasan Islam Nusantara justru terus dilirik luar negeri. Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siraj diundang ke Mesir dan Maroko untuk ceramah mengenai gagasan Islam ramah dan moderat tersebut.

“Arab sendiri kini ingin seperti Indonesia. Saya diundang ceramah tentang Islam Nusantara di Al Azhar Mesir dan di hadapan raja Maroko,” ujar Kiai Said saat konferensi pers menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (20/11/2017 sebagaimana dilansir antaranews.com, Selasa (21/11/2017)

Kiai Said mengatakan, Islam moderat, Islam Nusantara, adalah Islam ramah yang selama ini dipraktikkan umat Islam Indonesia. Itulah wajah Islam yang sebenarnya.

Tapi, anehnya, kata Kiai Said, justru orang-orang Indonesia yang beberapa tahun belajar di Arab, pulang ke Tanah Air bersikap dan bertingkah lebih Arab daripada orang Arab itu sendiri.
Soal radikalisme, Kiai Said menegaskan, NU tidak akan surut memerangi radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam.

“Tak peduli orang lain mau bilang apa karena ini juga demi Islam,” katanya

Munas Alim Ulama dan Konbes NU digelar di Nusa Tenggara Barat tanggal 23-25 November dengan tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka forum permusyawaratan setingkat di bawah muktamar itu.

Kiai Said menambahkan, NU akan bersemangat memerangi radikalisme terorisme yang mengatasnamakan agama Islam karena justru mencoreng wajah Islam sendiri.

“Di Al Quran itu disebutkan tidak ada yang paling jahat melebihi orang yang melakukan kejahatan atas nama Tuhan atau Islam. Itu paling jahat,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW telah memprediksi bakal munculnya orang-orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak paham substansinya sehingga mereka melakukan tindakan yang mereka anggap sesuai tuntunan Islam, padahal sebaliknya.

Kiai Said menyontohkan, pelaku pembunuhan terhadap khalifah yang juga menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, yang menyebut tindakannya itu juga demi Islam. Jadi, lanjutnya, radikalisme terorisme sama sekali bukan ajaran Islam. Sebaliknya, justru bertentangan dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Diolah dari antaranews.com