Malaysia Bebas “Jerebu”, PM Najib Berterima Kasih kepada Jokowi

0
12

Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd. Najib mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena asap kebakaran hutan di Indonesia tidak lagi mengganggu wilayah negaranya.

Dia menilai, Pemerintah Indonesia sukses menangani kebakaran hutan dan lahan sehingga Malaysia tak lagi terkena dampak kabut asapnya.

Ucapan terima kasih PM Najib itu diceritakan kembali oleh Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook yang diunggah, Kamis (23/11/2017) pagi.

“‘Saya mau ucapkan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia. Sudah dua tahun Malaysia tidak alami masalah jerebu’. Itu kata Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd. Najib di Kuching, kemarin, seusai Konsultasi Tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia,” tulis Presiden.

“Tahu kan jerebu itu apa? Kabut asap yang mencemari udara. Maksud PM Najib, kabut asap yang saban tahun mengganggu rakyat Malaysia karena terbakarnya hutan-hutan di Kalimantan dan Sumatera. Sudah dua tahun terakhir mereka tak mengalaminya lagi,” lanjut Jokowi.

Diketahui, Presiden Jokowi bertandang ke Malaysia pada Rabu (22/11/2017) kemarin. Dia menghadiri Konsultasi Tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia bersama PM Najib.

PM Najib, lanjut Presiden, juga menyampaikan bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan tak lepas dari perhatian serius yang diberikan Pemerintah Indonesia.

“‘Ini yang memberikan kelegaan terhadap rakyat Indonesia termasuk Sarawak. Cuaca sudah lega. Enaklah’, kata PM Najib,” tulis Jokowi lagi.

Konsultasi Tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia di Kuching sendiri membahas beberapa hal.

Salah satunya, Indonesia berharap Malaysia mengalokasikan 20 persen kuota impor berasnya atau sekitar 150.000 ton dengan mengimpor dari Indonesia seperti yang telah dimulai bulan lalu ketika Indonesia mengekspor beras ke Malaysia 25.000 ton.

Presiden dan PM Najib juga membahas pengaturan perbatasan kedua negara, penguatan kemitraan untuk kelapa sawit serta soal perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia.

KOMPAS.com