Muhammad Zazuli: Wahabi Ideologi Teroris

Tokoh media sosial Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya menulis tentang berbahayanya ancaman Wahabi di dunia, berikut tulisannya:

ITULAH SEBABNYA MAKA SEMUA RADIKALIS, EKSTREMIS DAN TERORIS YANG BERKEDOK AGAMA ISLAM SEMUANYA BERHALUAN DAN MEMILIKI AKAR IDEOLOGI WAHABI SEPERTI AL QAEDA, ISIS, TALIBAN, BOKO HARAM, ABU SAYYAF DAN SEBAGAINYA.

WAHABI, ANCAMAN DUNIA

Citra agama Islam terpuruk karena ulah orang2 Wahabi sehingga orang non muslim akan selalu menganggap bahwa memang seperti itulah Islam yang identik dengan kebodohan, kekerasan dan kemunduran. Padahal Wahabi itu hanya salah satu aliran dalam Islam saja. Itupun terbentuknya baru di abad 18 saja jadi bukan Islam yang asli seperti yang dibawa oleh Nabi. Di Indonesia bahkan Wahabi termasuk minoritas tapi karena mereka suka ribut, heboh dan teriaknya paling kenceng maka seolah-olah mereka itu besar, hebat dan berkuasa padahal sebenarnya juga tidak ada apa-apanya, lha wong mau dicyduk aja biasanya udah mewek kok.

Sayapun kadang juga tersinggung jika ada non muslim yang menghina dan menjelekkan Islam padahal yang dia maksud sebenarnya golongan Wahabi saja. Tapi karena sebagai orang luar dia tidak tahu soal Wahabi ya akhirnya dipikirnya semua orang Islam ya seperti itu. Islam yang mayoritas di Indonesia itu sebenarnya adalah NU yang cinta damai dan rahmatan lil alamin. NU mempelajari tasawuf/sufisme yang merupakan intisari ajaran Islam yang sesungguhnya yang sarat akan dimensi rohani dan kebenaran-kebenaran spiritual. Sedang Wahabi itu anti tasawuf bahkan menganggap tasawuf sebagai haram dan ajaran sesat.

Takfirisme

NU dan tasawuf itu merangkul dan menebarkan damai. Lihat saja Gus Dur yang selalu membela hak kaum minoritas dan bahkan mengakui Khong Hu Cu sebagai agama yang sah di Indonesia. Ada juga anggota Banser NU Riyanto yang bersedia gugur karena bom teroris saat menjaga saudara2nya umat Nasrani yang sedang beribadah dan merayakan malam Natal di gereja. Mana ada orang Wahabi yang punya hati untuk melakukan hal semacam itu. Mereka justru memaki, mengutuk dan menghujat Gus Dur dan orang-orang berjiwa besar, berhati tulus dan rela berkorban seperti mas Riyanto itu.

Wahabi umumnya tidak memiliki kecerdasan emosional apalagi kecerdasan spiritual sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang hanya hasil dari situasi, kondisi dan proses yang tercipta di masa lalu. Mereka percaya dengan “mitos permusuhan abadi” dan percaya bahwa Tuhan mengajari dan menyuruh mereka untuk membenci. Itulah sebabnya maka semua radikalis, ekstremis dan teroris yang berkedok agama Islam semuanya berhaluan dan memiliki akar ideologi Wahabi seperti Al Qaeda, ISIS, Taliban, Boko Haram, Abu Sayyaf dan sebagainya.

Wahabi tidak bisa meredakan kebencian tapi justru menebarkan kebencian. Wahabi tidak bisa mempersatukan manusia tapi justru memisahkan manusia. Wahabi tidak bisa memperhalus ego tapi justru memperkeras ego. Wahabi tidak bisa selaras dengan hati nurani tapi justru menjauh dari hati nurani. Wahabi tidak bisa menciptakan kedamaian tapi justru merusak kedamaian. Wahabi sangat minim dimensi spiritual tapi lebih menekankan pada unsur politik dan konflik/jihad.

Jika kita menghina atau memfitnah ulama sepuh atau ulama khos NU atau mursyid thariqah maka kita bisa kuwalat dan apes karena para beliau memiliki karomah dan daya-daya kejiwaan yang tinggi. Di hadapan orang suci maka karma bisa berlangsung seketika sebagai pelajaran bagi pelaku kejahatan itu. Tapi pendiri Wahabi (Muhammad bin Abdul Wahab) bukanlah orang seperti beliau-beliau ini. Abdul Wahab hanyalah orang biasa seperti kita. Orang awam yang masih buta dan meraba dalam gelap. Itulah sebabnya para murid dan pengikutnya bisa terjerumus seperti itu.

Jadi sekali lagi bagi saudaraku yang non muslim ataupun yang kurang paham soal Islam tolong jangan semua Islam dicap seperti itu. NU dan Wahabi itu beda. NU lebih dekat dengan esensi dan kebenaran universal yang diajarkan oleh Islam meskipun mereka terkesan ndeso, tradisional dan kultural. Sedangkan Wahabi yang sangat menekankan pada simbol, jargon dan penampilan yang religius namun sebenarnya mereka seringkali jauh dari nilai dan esensi ajaran Islam yang sebenarnya.

Lihat saja ceramah, ucapan dan aura dari guru-guru, ustadz ataupun ulama mereka. Tidak ada satupun yang memancarkan kedamaian dan kesejukan. Meskipun mereka mengklaim sebagai aliran Islam yang murni dan kaffah/totalitas/sempurna tapi itu hanyalah klaim sepihak saja yang tidak didukung oleh bukti dan fakta yang nyata. Dari buahnya kita bisa menilai seberapa dalam akarnya.

Saya akui dulu saya sempat termakan propaganda Wahabi tapi seiring waktu maka saya menjadi makin cerdas dan dewasa sehingga sekarang sudah tobat dan tidak sudi lagi ditipu oleh Wahabi. Wahabi itu ancaman bagi dunia. Jika Wahabi makin besar maka dunia di ambang kekacauan. Tapi jika sufisme makin besar maka dunia akan makin damai. Itu saja dari saya dan semoga sedikit tulisan ini bisa membuat Anda lebih memahami apa Wahabi itu sesungguhnya. Salam Waras. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Muhammad Zazuli