NU Kirimkan Bantuan Medis untuk Pengungsi Rohingya

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Ali Yusuf menjelaskan, Nahdlatul Ulama (NU) akan mengirimkan kembali bantuan ke pengungsian Rohingya di Bangladesh. Sebelumnya pada tahap pertama, NU mengirimkan bantuan sembako dan alat masak. Pada tahap kedua ini, NU akan mengirimkan bantuan tenaga medis.
“Untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh bersama tim medis IHA (Indonesia Humanitarian Alliance) lainnya,” kata Ali di Jakarta, Senin (16/10).
Ia mengatakan, NU memiliki komitmen untuk mendukung bantuan medis yang dicanangkan IHA dengan cara mengirimkan tenaga medis dan dikirimkan selama enam bulan ke depan secara bertahap. Selain itu, NU juga akan ikut serta dalam pemberian bantuan nutrisi bagi anak-anak pengungsi.
“Selain juga bantuan berupa hygiene kits,” ucap yang juga Ketua Pelaksana IHA itu.
Ia menceritakan, saat ini banyak pengungsi yang terkena penyakit terutama kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Hal itu disebabkan mereka melalui perjalanan jauh dari asal mereka di Myanmar ke pengungsian Bangladesh.
Situasi dan kondisi kamp pengungsian yang kumuh juga menyebabkan penyakit mudah menyerang mereka. Maka dari itu, saat ini bantuan pelayanan medis juga tidak kalah pentingnya dengan bantuan relief.
“Dan bahkan saat ini mereka terindikasi akan terserang wabah kolera,” tuturnya.
Dr. Angie Erdhita adalah tenaga medis yang dikirimkan NU ke pengungsi Rohingya di Bangladesh. Ia berangkat pada Ahad 15 Oktober bersama dengan tim medis lain dari IHA. Rencananya, ia akan berada di pengungsian selama dua minggu ke depan. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)