Peneliti UI Bongkar Siasat Wahabi Kuasai Masjid-masjid Pemerintahan

Hati-hati, bahaya infiltrasi kaderisasi dan penyebaran ideologi radikal Wahabi di SMA Negeri, Universitas Negeri dan masjid-masjid pemerintahan dengan berkedok pembinaan agama dan moral.

Baca: Proyek Wahabi di Sekolah dan Kampus

Hal itu seperti diungkapkan oleh peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Solahuddin, dia menuturkan bagaimana ceritanya aktivis-aktivis Islam transnasionalis seperti Salafi Wahabi bisa menguasai DKM-DKM di masjid pemerintahan.

Menurutnya, karena para aktivis Islam transnasionalis sudah dikader sejak di kampus, sehingga ketika bekerja di birokarasi atau pemerintahan, mereka pun aktif di lembaga-lembaga dan masjid-masjid di tempat kerjanya.

Baca: Studi Inggris: Saudi Habiskan 87 Miliar Dolar Untuk Sebarkan Wahabisme di Seluruh Dunia

“Merekalah yang kemudian mewarnai,” kata Solahuddin saat ditemui NU Online di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Prihatin atas keadaan tersebut, Solahuddin berharap agar para aktivis NU seperti di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bisa lebih dikembangkan agar bisa masuk dan mengisi masjid-masjid yang ada di pemerintahan.

Baca: Melawan Paham Wahabi

Karenanya, NU perlu mengorganisir Nahdliyin yang menjadi pegawai di pemerintahan untuk ke masjid, meramaikan masjid, mengaktifkan masjid sehingga bisa mewarnai suasana keagamaan dengan suasana NU.

“Itulah misalnya saya mengajak teman-teman NU untuk kembali ke masjid. Yuk, kita kembali suburkan masjid kuasai DKM-DKM itu agar tidak dikuasai orang lain,” ajaknya. (SFA)

Sumber: NU Online