Sebuah brosur diduga buatan Front Pembela Islam (FPI) dan NKRI Bersyariah beserta kroco-kroconya beredar di media sosial. Isi brosur berupa seruan jihad dengan pola yang disebutnya ala pakar dan konsultan Politik Eep Saifullah Fatah. Seruan jihad yang tanpak ngawur karena diskriminatif terutama bagi bangsa Indonesia yang plural.

Isinya ada delapan poin. Diantaranya upaya penguatan posisi dan penguatan ekonomi umat Islam melalui energi perkumpulan. Selian itu, model gerakan jihad dalam kehidupan sehari-hari. Dan persis seperti yang kerap diserukan kelompok minhum, semuanya harus serba muslim.

Tentu saja pengandaian itu tanpak terlihat diskriminatif bagi bangsa Indonesia yang plural dengan banyak agama. Jika diterapkan, jurang pemisah antara umat muslim dan non muslim di Indonesia akan semakin lebar.

Poin-poin diskriminatif terlihat pada tiga poin ke-4 hingga ke-6:

1. Beli belanja dalam jihad ekonomi umat Islam beli hanya di toko dan pedagang muslim.

2. Jihad politik hanya memilih pemimpin muslim amanah mulai dari tingkat RT sampai dewan hingga presiden.

3. Jihad kesehatan muslim Indonesia, pasien muslim berobat ke dokter muslim atau layanan kesehatan muslim.

Ini brosurnya:

Poster ngawur karena berpotensi memecah belah NKRI itu didapat Tim Cyber Dutaislam.com dari akun Facebook Hadi Susanto yang dishare di grup Sewod Fans, Senin (28/11/2017).

”Contoh orang pinter tapi dungu karena fanatismenya yang sempit. Jika negara-negara penghasil minyak dari dulu tertutup seperti pemikiran orang koplak ini, mungkin minyak yang mereka miliki masih terkubur di dalam perut bumi. Dan transportasi masih naik onta dan keledai. Penerangan masih pakai obor. Sebab hampir semua penemu teknologi yang mengubah dunia saat ini adalah non muslim. Yang kata golongan orang sumbu pendek bumi datar dan diskriminatif ini sebagai orang kafir,” tulis Hadi, geram.

Terus kalau kita butuh HP, TV, kulkas, motor, mobil harus bikin sendiri dulu? Kan juga bikin kafir. #duhdek [dutaislam.com/pin]