Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis memutuskan untuk mundur pekan depan. Dengan demikian, secara otomatis yang berhak menduduki posisi raja adalah sang putera mahkota, Muhammad bin Salam.
“Raja Salman akan mengumumkan penunjukkan MBS sebagai Raja Arab Saudi pekan depan, kecuali ada kejadian dramatis,” demikian dikutip dari laporan eksklusif Daily Mail, Kamis (16/11).
Rencananya, setelah mengundurkan diri Raja Salman hanya akan memegang jabatan sebagai Penjaga Kota Suci; Mekkah dan Madinah. Ia juga berupaya untuk memainkan peran seperti Ratu Inggris dan terlibat sebagai figur pemimpin acara-acara seremonial, bukan pengambil keputusan.
Raja Abdullah mengumumkan mundur dari jabatan Raja Arab Saudi setelah sebulan lalu menunjuk puteranya sendiri, Muhammad bin Salman, sebagai putera mahkota.
Setelah ditunjuk menjadi putera mahkota, Muhammad bin Salman melakukan reformasi yang radikal di tubuh pemerintahan Arab Saudi. Ia mengumumkan kepada dunia bahwa akan menjauh dari ajaran Islam yang ekstrim dan radikal, serta mengembangkan Islam moderat di Arab Saudi. Ia juga dalang dibalik penangkapan sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri karena dugaan korupsi.
Berbagai sumber menyebutkan bahwa sang putera mahkota Muhammad bin Salman akan menghadapi persoalan-persoalan luar negeri yang cukup pelik seperti persoalan dengan Iran yang semakin sengit, perseteruan Arab Saudi dengan Hizbullah Lebanon, serta  Yaman, dan lain sebagainya. (Red: Muchlishon Rochmat)