Tips Agar Terhindar dari Ajaran Menyimpang

Ilustrasi : kajian agama secara terbuka merupakan salah satu cara membentengi akidah umat

JAKARTA — Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, ada beberapa pedoman untuk dapat membentengi diri dari aliran-aliran yang menyimpang dari Islam.  Pertama, seorang Muslim perlu memahami kewajiban untuk menjalankan ajaran Islam Alquran dan Sunnah.

Kedua, Islam mengandung tiga inti ajaran yaitu akidah, ibadah, dan akhlak. Ketiga, selain melaksanakan kewajiban dalam ajaran Islam, seorang Muslim juga diminta untuk berjamaah dan berkelompok.

“Maksudnya mengamalkan Islam itu kan tidak bisa sendiri, kita membutuhkan jamaah, sehingga tidak terpental dari ajaran Islam yang benar,” ujar Kiai Satori, belum lama ini.

Pedoman keempat adalah senantiasa memperdalam ilmu agama. Kiai Satori menekankan, seorang Muslim dilarang meninggalkan menuntut ilmu. “Minimal satu pekan sekalilah. Minimal,” ujar dia.

Penyimpangan ajaran-ajaran Islam terkait erat dengan perkara akidah. Menurut Kiai Satori, akidah memang merupakan inti dari agama Islam. Namun, akidah juga sangat terkait dengan ibadah. Hasil dari ibadah akan tampak pada akhlak dan moral manusia.

Selain membentengi dari aliran menyimpang, pemahaman akidah yang baik akan menjadikan seseorang menjadi umat yang baik pula. Oleh karena itu, pendidikan akidah yang baik pada dasarnya menjadi hak dasar seorang Muslim.

Pengajaran akidah merupakan kewajiban orang tua. Mereka hendaknya telah menanamkan akidah Islam kepada anak-anaknya sejak masih kecil. Namun, ada pula orang tua yang tidak mampu atau tidak mempunyai kapasitas pengetahuan yang cukup untuk menjelaskan perkara akidah kepada anaknya. Maka, mereka wajib memberikan pendidikan melalui sekolah atau lembaga pendidikan Islam yang baik.

Menurut Kiai Satori, kemajuan teknologi memang memudahkan manusia untuk mengakses sumber-sumber pembelajaran agama dengan lebih mudah. Namun, kehadiran guru atau ustaz penting untuk memberikan pemahaman yang baik.

Dalam mempelajari akidah, seorang Muslim hendaknya memilih guru yang baik. Guru tersebut harus mampu memahami kebutuhan spiritual muridnya. Seseorang bisa saja belajar pada beberapa guru untuk perkara-perkara tertentu, misalnya fikih, akhlak, dan lain-lain. Namun, akan lebih baik jika ada seorang guru yang mampu memahami perkembangan spiritualnya, sehingga materi yang perlu diajarkan akan diberikan dengan tuntas.

(sumber: Republika Online – Disarikan dari Dialog Jumat Republika “Agar Terhindar dari Ajaran Menyimpang”)